Subscribe

Kamis, 28 Mei 2009

Penerimaan (Acceptance)

Carl Rogers :

"I would like to propose, as an hypothesis for consideration, that the major barrier to mutual interpersonal communication is our very natural tendency to judge, to evaluate, to approve or disapprove."
(Saya ingin menyatakan, sebagai hipotesis untuk dipikirkan, bahwa penghalang utama komunikasi interpersonal timbal-balik adalah kecenderungan alamiah kita untuk menilai, mengevaluasi, menyetujui atau menolak)

"... when someone understands how it feels and seems to be me, without wanting to analyze me or judge me, then I can blossom and grow in that climate."
(... bila orang lain memahami bagaimana perasaan dan pandangan saya tanpa berkeinginan untuk menganalisa atau menilai saya, barulah saya dapat tumbuh dan berkembang pada iklim seperti itu)


Jalaluddin Rahmat :

"Sikap menerima tidaklah semudah yang dikatakan. Kita selalu cenderung menilai dan sukar menerima. Akibatnya, hubungan interpersonal kita tidak berlangsung seperti yang kita harapkan. Bila kita tidak bersikap menerima, kita akan mengkritik, mengecam,atau menilai. Sikap seperti ini akan menghancurkan percaya. Orang enggan pula menerima kita, karena takut pada akibat-akibat jelek yang akan timbul dari reaksi kita. Sikap menerima menggerakkan sikap percaya, karena orang tahu kita tidak akan merugikan mereka."

"Menerima tidaklah berarti menyetujui semua perilaku orang lain atau rela menanggung akibat-akibat perilakunya. Menerima berarti tidak menilai pribadi orang berdasarkan perilakunya yang tidak kita senangi. Betapapun jeleknya perilakunya menurut persepsi kita, kita tetap berkomunikasi dengan dia sebagai persona, bukan sebagai objek."

0 komentar:

Posting Komentar